lucu sih, ini pertama kalinya gue di minta untuk bikin maket,
oiya ini maket untuk mata kuliah pkn, yap gue arsitektures..
entah kenapa meskipun hasilnya jelek, tapi gue bangga banget..
bangga karena kita udah berusaha semaksimal mungkin,
oiya maket ini tuh, di kerjain perkelompok. gimana? udah seklompok tapi hasilnya..? hem yasudhalah kali yaa.. disini yang berjuang keras ada temen gue namanya ..
alfi nur rachmawati biang nya "wey ayoo ngumpul maket"
dini indah saraswati biang nya " bikin kontur gua yah "
aulia lutfi biang nya " pokonya maket harus semangat "
yohana devi sari biang nya "ah gua sebel ngeliat nya "
rica chyndyana biang nya " oke fix, material dari gue "
dan terakhir
ada gue ALDI KURNIADI PRATAMA mungkin gua bukan siapa" dalam biang nya ini.. hehehe.. tapi gua ikut ngebantuin semua tugas mereka..
penasaran kan maaket nya kaya apa ?
nih dia konsep nya :
NAH, sekarang ini dia nih foto-fotonya,,
oiya skalian penutup, mohon maaf ya kalo ada kata" yang salah, doain ya semoga maket berikutnya lebih top dan lebih sangar,
salam selalu bersyukur dan jemput rejeki dengan halal..
assalamualaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.. ^_^
Pages
▼
Minggu, 21 Juni 2015
Minggu, 31 Mei 2015
Distribusi sebgai warga negara indonesia
Distribusi Sebagai Warga Negara Indonesia dalam Membangun
Bangsa dan Negara
Indonesia adalah Negara yang sedang berkembang dengan jumlah
255461.70 orang penduduk, Negara Indonesia yang mempunyai banyak warisan budaya
dan keunikan-keunikan didalamnya. Serta Negara yang berisi orang-orang cerdas,
kreatif serta inovatif untuk Indonesia. Dengan begitu kita sebagai warga Negara
Indonesia harus turut bangga dan ikut serta untuk memajukan bangsa dan Negara
Indonesia. Dalam hal ini saya akan menceritakan apa saja distribusi saya
sebagai warga Negara Indonesia dalam membangun bangsa dan Negara.
Berawal dari cita-cita saya menjadi seorang arsitek
professional yang ingin memajukan arsitektur Indonesia menjadi lebih baik lagi
dengan mengutamakan kenyamanan warga Indonesia. Dengan cita-cita tersebut saya
memutuskan untuk mengambil jurusan teknik arsitektur dan dengan kesungguhan
hati mempelajari bidang ini dengan serius untuk Allah swt, orang tua dan Negara
Indonesia.
Selain dalam bidang arsitektur, saya bercita-cita dapat
mensejahterakan warga Indonesia. Yang terpenting untuk generasi selanjutnya di
masa yang akan datang. Berpartisipasi dalam meningkatkan potensi masyarakat
Indonesia dengan wawasan yang luas, kreatif dan inovatif.
Adapun beberapa upaya saya sebagai Mahasiswa Arsitektur
dalam usaha membangun bangsa dan Negara yaitu:
- Ikut serta dalam organisasi
Dengan mengikuti organisasi, kita dapat lebih mengenal dunia
yang sebenarnya dengan secara langsung bukan di dunia maya saja. Kita dapat
bersoalisasi di organisasi, mengenal banyak macam sifat dan sikap manusia,
belajar bertoleransi, berlajar bijaksana, belajar bertanggung jawab, bekerja
sama untuk mencapai visi dan misi dan lain sebagainya. Dengan mengikuti
organisasi dan segala macam visi dan misi organisasi tersebut berarti kita
sudah menjadi bagian untuk membangun bangsa dan Negara dalam konteks membangun
persatuan dan saling bergotong royong untuk memajukan bangsa dan Negara
Indonesia.
Saat ini saya mengikutsertakan diri saya ke dalam 3 (tiga)
organisasi:
BEM Fakultas Teknik
Sipil dan Perencanaan
Ini adalah salah satu upaya saya untuk membangun bangsa Indonesia,
dengan mengikuti organisasi kampus ini saya mendapatkan wawasan yang lebih luas
tentang dunia sosial. Dengan mengikuti organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) saya dapat bertukar pikiran dan lebih memiliki jiwa untuk bekerja sama
dalam mencapai suatu tujuan. Di BEM FTSP saya mendapat jabatan sebagai
Departemen Pendidikan dan Informasi. Adapun tugas jabatan ini adalah
menyampaikan informasi baik dari mahasiswa ke luar ataupun sebaliknya. Dengan
jabatan ini secara tidak langsung saya sudah melatih dan menunjukan diri dalam
persatuan. Meyatukan pemikiran mahasiswa arsitektur dan sipil Universitas
Gunadarma untuk mencapai tujuan bersama.
Selain itu, di dalam BEM terdapat kegiatan pengabdian
masyarakat, disini saya bisa menunjukan sikap kepedulian dan gotong royong saya
untuk bangsa dan Negara.
Salah satu upayanya yaitu mengadakan seminar 2 (dua)
jurusan, menyampaikan informasi dari luar kampus ke mahasiswa agar mahasiswa
FTSP dapat terus up-date berita-berita mengenai arsitektur. Dan ikut serta
dalam kerja bakti menjaga kebersihan sungai Ciliwung.
Forum Komunikasi Mahasiswa Arsitektur Jakarta (FK-MAJ)
Salah satu forum yang diadakan untuk seluruh mahasiswa
arsitektur di Jakarta, dengan tujuan untuk mempermudah komunikasi, bertukar
ilmu, memecahkan masalah dalam bidang arsitektur di jakarta dan bersilahturahmi
dengan mahasiswa arsitektur Jakarta.
Di dalam forum yang berisi mahasiswa dengan jurusan yang
sama, dapat membuat jiwa merasa lebih bangkit untuk memajukan arsitektur di
Indonesia secara bersama-sama dengan membuka pikiran dan bertukar pendapat
dengan mahasiswa universitas dan institusi lain untuk mendapatkan pemecahan
masalahnya. Dengan forum ini juga saya dapat mengetahui berbagai informasi atau
lebih tepatnya dampak pembangunan arsitektur yang lebih jelas dari berbagai
narasumber yang merasakannya.
Di forum ini banyak mengadakan acara-acara yang bertujuan
untuk menyatukan mahasiswa arsitektur dan mendekatkan arsitektur dengan
masyarakat umum. Dengan forum ini saya dapat bersosialisasi dengan orang
banyak. Salah satunya adalah menanggapi keluh kesah warga Muara Angke yang akan
digusur rumahnya untuk dijadikan fasilitas pelelangan ikan dan pelabuhan
sedangkan mereka belum mendapatkan rumah susun untuk tinggal.
Forum ini menjadikan saya lebih peduli terhadap keadaan
arsitektur dan masyarakat Indonesia, lebih memiliki jiwa kebersamaan dan
kekeluargaan, saling menghargai, dan mempunyai rasa tanggung jawab untuk bangsa
dan Negara Indonesia.
Komunitas Cahaya
Langit
Komunitas Cahaya Langit berawal dari teman-teman main sejak
dahulu yang peduli dengan keadaan lingkungan sekitar (terutama sekitar kota
Depok). Namun saat ini komunitas baru berjalan sekitar 4 bulan. Komunitas ini
mempunyai visi memajukan kesejahteraan masyarakat, baik dalam bidang
pendidikan, akhlak dan moral.
Sampai saat ini usaha komunitas untuk mensejahterakan
masyarakat baru menjajak dalam bidang pendidikan. Memberikan pengajaran
bimbingan belajar untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah
Menengah Pertama (SMP) secara GRATIS. Yang terpenting mereka memiliki kemauan
untuk belajar dan kami pun siap berbagi ilmu kepada mereka.
Dalam komunitas ini saya dapat ikut serta dalam
mensejahterakan kehidupan warga sekitar terutama dalam bidang pendidikan. Saya
berpendapat bahwa kualitas generasi berikutnya lah yang akan menentukan
kualitas Negara Indonesia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, saya ikut
serta dalam berbagi ilmu untuk anak-anak yang kurang mampu dan yang mampu untuk
belajar. Alhamdulillah komunitas ini mendapat respon baik dari banyak warga dan
serta mendapat dukungan yang positif.
Dari komunitas ini saya menjadi lebih peduli terhadap
keadaan pendidikan dan masyrakat di Indonesia dan lebih peduli terhadap
generasi penerus di masa depan yang akan membawa nama Indonesia menjadi lebih
baik lagi. Dan disini pula saya dapat bersosialisasi dengan banyak orang,
mengenal dunia sosial yang sebenarnya bukan hanya lewat dunia maya.
Upaya yang telah dilakukan, membimbing dan berbagi ilmu
tentang bahasa Inggris dan Matematika untuk anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah
Menengah Pertama (SMP).
Dari ketiga penjelasan tentang distribusi saya untuk
membangun bangsa dan Negara, saya menyimpulkan bahwa betapa pentingnya hidup
bersosial, bukan hanya lewat dunia maya melainkan bercengkerama secara
langsung. Selain itu betapa pentingnya mengikuti organisasi terutama yang
mempunyai visi dan misi untuk memajukan kesejahteraan bangsa dan Negara
Indonesia. Jadilah bagian untuk Indonesia.
*Tugas PKN 2015
Saya Bangga menjadi Warga Negara Indonesia
Indonesia, negeri yang penuh dengan keanekaragaman budaya
serta keindahan alamnya. Saya bangga berdomisili dan menjadi penduduk tetap
disini. Banyak hal yang saya senangi disini, walau masih menjadi Negara
berkembang, tapi saya yakin Indonesia bisa menjadi Negara yang hebat jika semua
rakyatnya bersatu dalam mewujudkannya. Kali ini, saya akan menuangkan apa saja
yang membuat saya menjadi bangga menjadi warna Negara Indonesia. Diantaranya
dari segi penduduknya, geografisnya, dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat
saya ingin menjadi bagian dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri
dari banyak pulau dan kebudayaan yang beragam tetapi tetapi rakyat Indonesia
mempunyai jiwa persatuan dan kesatuan yang tinggi. Menjunjung tinggi
nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Yang membuat saya bangga
salah satunya adalah dari segi penduduknya. Penduduk di Indonesia itu banyak
sekali yang ramah dengan orang lain walaupun ia tidak mengenalnya. Salah satu contoh
waktu saya sedang melakukan survey lokasi di daerah bogor dan tibalah waktu
untuk solat zuhur tetapi pada saat itu sedang hujan deras, saat itu saya dan
tim sedang berteduh di salah satu rumah warga. Dan seketika penghuni rumah
tersebut menawarkan kami untuk solat di rumahnya, penghuni itu sangat ramah
dengan kami yang belum ia kenali.
Selain itu penduduk Indonesia juga mempunyai jiwa bergotong
royong, baik bergotong royong dalam bidang kesejahteraan masyarakat,
pendidikan, pangan, kesehatan, kebersihan, dan lain-lain. Contoh gampangnya
yaitu pengadaan siskamling di malam hari atau yang sering disebut dengan ronda,
inilah salah satu dari gotong royong warga Indonesia dalam keamanan. Selain itu
jiwa silaturahami yang kuat antar setiap keluarga, contohnya saat hari raya
Idul Fitri banyak warga yang berkunjung kerumah tetangga dan sanak saudara
serta bukan hanya itu saja tetapi jug sering bertegur sapa dengan para
tetangga.
Saya bangga karena disini banyak makanan walau sudah malam
hari, ketika saya sedang membutuhkan makanan dimalam hari, saya tak perlu
repot-repot mencarinya jauh-jauh. Itulah bedanya Indonesia sampai malam pun
masih ada saja pedagang makanan keliling.
Tidak hanya dari segi penduduknya, saya juga bangga dengan
Indonesia akan geografisnya. Iklim yang tropis pun membuat saya betah tinggal
disini. Dengan kekayaan alamnya yang sangat indah tidak kalah indahnya dengan
Negara yang lain. Banyak wisatawan dari luar Negara Indonesia yang berkunjung
kesini hanya untuk menikmati keindahan alam Indonesia yang tidak mereka temukan
ditempat lain. Mulai dari pesisir pantai sampai pegunungan Indonesia mempunyai
banyak keindahan alamnya. Dan saya pun merasa sedih karena belum tercapai
keinginan untuk berkeliling wilayah Indonesia.
Penduduk, Geografis, dan yang membuat saya bangga lagi yaitu
dari kebudayaannya. Banyak sekali keanekaragaman budaya Indonesia. Dari tarian,
rumah adat, pakaian adat, lagu daerah, adat-istiadat, dan lain-lain.
Orang-orang Indonesia itu kreatif, apapun yang ada di bumi bisa mereka jadikan
sebagai pemenuh kebutuhan mereka. Sikap
mempercayai nenek moyang pun masih diwariskan, sebagai salah satu contohnya
ketika saya berkunjung ke daerah gunung Bromo (Kota Malang) disana saya
menemukan banyak sesajen di sepanjang pinggir jalan. Bagi saya hal itu
mempunyai keunikan tersendiri. Tidak hanya itu berbagai tarian adat juga
berbagai macam namanya, saya pernah mempelajari tarian Jaipong yang berasal
dari Jawa Barat. Dan saya merasa ingin mempelajari tarian adat yang lainnya
juga. Dan hal itu menjadi bagian atas apresiasi saya terhadap kebudayaan di
Indonesia.
Banyak hal yang membuat saya bangga akan Negara Indonesia,
saya sangat berharap Negara Indonesia tidak melunturkan hal-hal yang saya
banggakan tersebut.
Saya cinta Indonesia.
Pelanggaran Hak Terhadap Warga Negara
Pelanggaran Terhadap Hak Warga Negara Indonesia
Hak dan Kewajiban suatu Negara harus terpenuhi secara
seimbang baik dari warga Negara ke Negara dan sebaliknya. Jika hak dan
kewajiban berjalan berat sebelah, maka akan timbul perkelahian, pertikaian, dan
hilangnya kedamaian dalam suatu Negara. Dalam hal ini, saya akan berpendapat
dengan konteks pelanggaran terhadap hak Warga Negara Indonesia. Adapun beberapa
hak warga Negara sebagai berikut.
Hak Warga Negara Indonesia :
1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap
warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”
(pasal 27 ayat 2).
2. Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap
orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan
kehidupannya.”(pasal 28A).
3. Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan
melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).
4. Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas
kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”
5. Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan
kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan
teknologi, seni dan budaya demi
meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup
manusia. (pasal 28C ayat 1)
6. Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya
secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C
ayat 2).
7. Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian
hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
8. Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup,
hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama,
hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak
untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi
manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).
Dari yang sudah diketahui diatas, perlu diketahui bahwa hak
warga Negara harus ditegakkan secara bijak dan diberi sanksi ika melanggarnya.
Saya mengambil beberapa kasus yang berkaitan dengan pelanggaran hak warga
Negara. Diantaranya adalah persoalan hukuman mati dan penggusuran rumah.
Hukuman mati
Salah satu kasus yang terkait yaitu tentang “Hukuman Mati
Terhadap 6 Terpidana Narkoba” yang salah satu anggotanya adalah warga Negara
Indonesia, kasus itu terjadi Kamis (15/1) sebulan lalu. Dalam kasus ini ada
beberapa badan yang kontra terhadap sanksi hukuman mati tersebut yang
mengatakan bahwa pemerintah telah melanggar hak asasi manusia dalam hal hak
asasi untuk hidup dan juga pemerintahan hari ini melihat konsep hak asasi
manusia setengah-setengah. Tidak melihat bagaimana hak atas hidup itu sebagai
sesuatu yang tidak bisa dikurangi dalam keadaan apapun.
Hukuman mati menjadi suatu hal yang masih dipertanyakan
tentang keputusannya. Banyak pihak yang pro dan kontra dalam hal ini.
Seharusnya hal ini sudah mendapat jawaban atas perubahan UUD 1945. Dalam
konteks hukuman mati kita sesungguhnya bicara tentang hak-hak asasi manusia
yang dalam UUD 1945 setelah perubahan masuk dalam Bab XA. Pasal 28A dengan
eksplisit mengatakan: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak
mempertahankan hidup dan kehidupannya”. Namun sampai sekarang hukuman mati
masih menjadi hal yang kontroversi di Negara ini.
Menurut saya mengapa tidak pemerintah lebih tegas dan
segeranya memutuskan tentang hal ini dengan berpedoman pada Undang-Undang Dasar
1945 dan pedoman-pedoman lainnya serta atas dasar agama yang dianut oleh Negara
Indonesia, lalu disesuaikan dengan kasus-kasus yang terjadi secara bijaksana.
Penggusuran Rumah
“Puluhan Warga Taman Sari Datangi Ahok, Minta Tidak Digusur”
23 Februari 2015. Itulah salah satu berita tentang penggusuran rumah yang
terkait dengan hak asasi manusia dalam hal mendapatkan hak penghidupan yang
layak. Salah satu warga Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat yang melaporkan
kepada Pak Ahok itu mengungkapkan keluh kesahnya terhadap kedatangan Satpol PP
yang akan menggusur kediaman warga sedangkan mereka belum diberikan atau
direlokasikan ke rumah susun. Menanggapi hal tersebut, pak Ahok langsung
mengadakan sidang dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dan penggusuran
di daerah tersebut ditunda.
Penggusuran rumah dikaitkan dengan hak asasi manusia karena
warga Negara Indonesia berhak mendapatkan kehidupan yang layak dan mendapatkan
perlindungan dari negara. Rumah adalah tempat berlindung dan tempat berbagai segala
aktifitas didalamnya mulai dari anak-anak sampe orang dewasa dalam satu ikatan
keluarga.
Selain itu, sebulan lalu saya bersama dengan Forum
Komunikasi Mahasiswa Arsitektur Jakarta (MAJ) mengadakan survey ke Muara Angke,
Jakarta Utara dan mewawancarai beberapa warga disana tentang keadaan warga dan
lingkungan disana. Info yang saya dapatkan dari salah satu warga adalah akan
dilakukannya penggusuran rumah warga di beberapa titik Muara Angke yang akan
dijadikan sebagai fasilitas pelabuhan dan pelelangan ikan. Warga mengaku resah
karena warga yang terkena gusur belum dipindahkan ke rumah susun, bahkan rumah
susunnya pun belum disediakan. Mereka pasrah dan tidak bisa menyangkal
keputusan tersebut dikarenakan mereka menyadari bahwa tanah yang mereka tempati
bukanlah tanah milik mereka pribadi. Dan mereka masih menunggu dan belum
mendapat informasi selanjutnya tentang rencana relokasi warga yang terkena
penggusuran. Itulah informasi yang saya dapatkan dari salah satu warga disana
yang terkena penggusuran.
Dari beberapa berita yang saya dapatkan, saya berpendapat
bahwa upaya pemerintah dalam melakukan kebijakan tata ruang kota sangatlah baik
tetapi masih kurang dalam mempersiapkannya seperti rumah susun untuk para warga
yang terkena penggusuran. Ada baiknya pemerintah merencanakannya secara matang
terlebih dahulu demi kelancaran penggusuran rumah.
Dari beberapa berita yang saya dapatkan, saya menyimpulkan
bahwa pemerintah sudah berusaha dan berupaya membawa Indonesia menjadi lebih
baik lagi tetapi terkadang masih kurang dalam peneggakan hukum secara bijaksana
tepatnya dalam konteks Hak Warga Negara. Di sisi lain perlu adanya kesadaran
masyarakat untuk mematuhi segala peraturan yang ada di Negara Indonesia demi
kemajuan Indonesia Merdeka.
*Tugas PKN 2015
Daftar Pustaka:
http://www.voaindonesia.com/content/hukuman-mati-terhadap-6-terpidana-narkoba-dilaksanakan-minggu-ini/2600725.html
http://news.liputan6.com/read/2180023/puluhan-warga-taman-sari-datangi-ahok-minta-tidak-digusur







