Pages

Minggu, 31 Mei 2015

Distribusi sebgai warga negara indonesia

Distribusi Sebagai Warga Negara Indonesia dalam Membangun Bangsa dan Negara


Indonesia adalah Negara yang sedang berkembang dengan jumlah 255461.70 orang penduduk, Negara Indonesia yang mempunyai banyak warisan budaya dan keunikan-keunikan didalamnya. Serta Negara yang berisi orang-orang cerdas, kreatif serta inovatif untuk Indonesia. Dengan begitu kita sebagai warga Negara Indonesia harus turut bangga dan ikut serta untuk memajukan bangsa dan Negara Indonesia. Dalam hal ini saya akan menceritakan apa saja distribusi saya sebagai warga Negara Indonesia dalam membangun bangsa dan Negara.

Berawal dari cita-cita saya menjadi seorang arsitek professional yang ingin memajukan arsitektur Indonesia menjadi lebih baik lagi dengan mengutamakan kenyamanan warga Indonesia. Dengan cita-cita tersebut saya memutuskan untuk mengambil jurusan teknik arsitektur dan dengan kesungguhan hati mempelajari bidang ini dengan serius untuk Allah swt, orang tua dan Negara Indonesia.

Selain dalam bidang arsitektur, saya bercita-cita dapat mensejahterakan warga Indonesia. Yang terpenting untuk generasi selanjutnya di masa yang akan datang. Berpartisipasi dalam meningkatkan potensi masyarakat Indonesia dengan wawasan yang luas, kreatif dan inovatif.
Adapun beberapa upaya saya sebagai Mahasiswa Arsitektur dalam usaha membangun bangsa dan Negara yaitu:

- Ikut serta dalam organisasi
Dengan mengikuti organisasi, kita dapat lebih mengenal dunia yang sebenarnya dengan secara langsung bukan di dunia maya saja. Kita dapat bersoalisasi di organisasi, mengenal banyak macam sifat dan sikap manusia, belajar bertoleransi, berlajar bijaksana, belajar bertanggung jawab, bekerja sama untuk mencapai visi dan misi dan lain sebagainya. Dengan mengikuti organisasi dan segala macam visi dan misi organisasi tersebut berarti kita sudah menjadi bagian untuk membangun bangsa dan Negara dalam konteks membangun persatuan dan saling bergotong royong untuk memajukan bangsa dan Negara Indonesia.

Saat ini saya mengikutsertakan diri saya ke dalam 3 (tiga) organisasi:


  BEM Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Ini adalah salah satu upaya saya untuk membangun bangsa Indonesia, dengan mengikuti organisasi kampus ini saya mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang dunia sosial. Dengan mengikuti organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) saya dapat bertukar pikiran dan lebih memiliki jiwa untuk bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan. Di BEM FTSP saya mendapat jabatan sebagai Departemen Pendidikan dan Informasi. Adapun tugas jabatan ini adalah menyampaikan informasi baik dari mahasiswa ke luar ataupun sebaliknya. Dengan jabatan ini secara tidak langsung saya sudah melatih dan menunjukan diri dalam persatuan. Meyatukan pemikiran mahasiswa arsitektur dan sipil Universitas Gunadarma untuk mencapai tujuan bersama.
Selain itu, di dalam BEM terdapat kegiatan pengabdian masyarakat, disini saya bisa menunjukan sikap kepedulian dan gotong royong saya untuk bangsa dan Negara.
Salah satu upayanya yaitu mengadakan seminar 2 (dua) jurusan, menyampaikan informasi dari luar kampus ke mahasiswa agar mahasiswa FTSP dapat terus up-date berita-berita mengenai arsitektur. Dan ikut serta dalam kerja bakti menjaga kebersihan sungai Ciliwung.


Forum Komunikasi Mahasiswa Arsitektur Jakarta (FK-MAJ)

Salah satu forum yang diadakan untuk seluruh mahasiswa arsitektur di Jakarta, dengan tujuan untuk mempermudah komunikasi, bertukar ilmu, memecahkan masalah dalam bidang arsitektur di jakarta dan bersilahturahmi dengan mahasiswa arsitektur Jakarta.

Di dalam forum yang berisi mahasiswa dengan jurusan yang sama, dapat membuat jiwa merasa lebih bangkit untuk memajukan arsitektur di Indonesia secara bersama-sama dengan membuka pikiran dan bertukar pendapat dengan mahasiswa universitas dan institusi lain untuk mendapatkan pemecahan masalahnya. Dengan forum ini juga saya dapat mengetahui berbagai informasi atau lebih tepatnya dampak pembangunan arsitektur yang lebih jelas dari berbagai narasumber yang merasakannya.

Di forum ini banyak mengadakan acara-acara yang bertujuan untuk menyatukan mahasiswa arsitektur dan mendekatkan arsitektur dengan masyarakat umum. Dengan forum ini saya dapat bersosialisasi dengan orang banyak. Salah satunya adalah menanggapi keluh kesah warga Muara Angke yang akan digusur rumahnya untuk dijadikan fasilitas pelelangan ikan dan pelabuhan sedangkan mereka belum mendapatkan rumah susun untuk tinggal.

Forum ini menjadikan saya lebih peduli terhadap keadaan arsitektur dan masyarakat Indonesia, lebih memiliki jiwa kebersamaan dan kekeluargaan, saling menghargai, dan mempunyai rasa tanggung jawab untuk bangsa dan Negara Indonesia.


 Komunitas Cahaya Langit

Komunitas Cahaya Langit berawal dari teman-teman main sejak dahulu yang peduli dengan keadaan lingkungan sekitar (terutama sekitar kota Depok). Namun saat ini komunitas baru berjalan sekitar 4 bulan. Komunitas ini mempunyai visi memajukan kesejahteraan masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, akhlak dan moral.

Sampai saat ini usaha komunitas untuk mensejahterakan masyarakat baru menjajak dalam bidang pendidikan. Memberikan pengajaran bimbingan belajar untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara GRATIS. Yang terpenting mereka memiliki kemauan untuk belajar dan kami pun siap berbagi ilmu kepada mereka.

Dalam komunitas ini saya dapat ikut serta dalam mensejahterakan kehidupan warga sekitar terutama dalam bidang pendidikan. Saya berpendapat bahwa kualitas generasi berikutnya lah yang akan menentukan kualitas Negara Indonesia di masa yang akan datang. Oleh karena itu, saya ikut serta dalam berbagi ilmu untuk anak-anak yang kurang mampu dan yang mampu untuk belajar. Alhamdulillah komunitas ini mendapat respon baik dari banyak warga dan serta mendapat dukungan yang positif.

Dari komunitas ini saya menjadi lebih peduli terhadap keadaan pendidikan dan masyrakat di Indonesia dan lebih peduli terhadap generasi penerus di masa depan yang akan membawa nama Indonesia menjadi lebih baik lagi. Dan disini pula saya dapat bersosialisasi dengan banyak orang, mengenal dunia sosial yang sebenarnya bukan hanya lewat dunia maya.

Upaya yang telah dilakukan, membimbing dan berbagi ilmu tentang bahasa Inggris dan Matematika untuk anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dari ketiga penjelasan tentang distribusi saya untuk membangun bangsa dan Negara, saya menyimpulkan bahwa betapa pentingnya hidup bersosial, bukan hanya lewat dunia maya melainkan bercengkerama secara langsung. Selain itu betapa pentingnya mengikuti organisasi terutama yang mempunyai visi dan misi untuk memajukan kesejahteraan bangsa dan Negara Indonesia. Jadilah bagian untuk Indonesia.


*Tugas PKN 2015
Saya Bangga menjadi Warga Negara Indonesia



Indonesia, negeri yang penuh dengan keanekaragaman budaya serta keindahan alamnya. Saya bangga berdomisili dan menjadi penduduk tetap disini. Banyak hal yang saya senangi disini, walau masih menjadi Negara berkembang, tapi saya yakin Indonesia bisa menjadi Negara yang hebat jika semua rakyatnya bersatu dalam mewujudkannya. Kali ini, saya akan menuangkan apa saja yang membuat saya menjadi bangga menjadi warna Negara Indonesia. Diantaranya dari segi penduduknya, geografisnya, dan lain sebagainya. Hal tersebut membuat saya ingin menjadi bagian dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Negara Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari banyak pulau dan kebudayaan yang beragam tetapi tetapi rakyat Indonesia mempunyai jiwa persatuan dan kesatuan yang tinggi. Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Yang membuat saya bangga salah satunya adalah dari segi penduduknya. Penduduk di Indonesia itu banyak sekali yang ramah dengan orang lain walaupun ia tidak mengenalnya. Salah satu contoh waktu saya sedang melakukan survey lokasi di daerah bogor dan tibalah waktu untuk solat zuhur tetapi pada saat itu sedang hujan deras, saat itu saya dan tim sedang berteduh di salah satu rumah warga. Dan seketika penghuni rumah tersebut menawarkan kami untuk solat di rumahnya, penghuni itu sangat ramah dengan kami yang belum ia kenali.
Selain itu penduduk Indonesia juga mempunyai jiwa bergotong royong, baik bergotong royong dalam bidang kesejahteraan masyarakat, pendidikan, pangan, kesehatan, kebersihan, dan lain-lain. Contoh gampangnya yaitu pengadaan siskamling di malam hari atau yang sering disebut dengan ronda, inilah salah satu dari gotong royong warga Indonesia dalam keamanan. Selain itu jiwa silaturahami yang kuat antar setiap keluarga, contohnya saat hari raya Idul Fitri banyak warga yang berkunjung kerumah tetangga dan sanak saudara serta bukan hanya itu saja tetapi jug sering bertegur sapa dengan para tetangga.
Saya bangga karena disini banyak makanan walau sudah malam hari, ketika saya sedang membutuhkan makanan dimalam hari, saya tak perlu repot-repot mencarinya jauh-jauh. Itulah bedanya Indonesia sampai malam pun masih ada saja pedagang makanan keliling.
Tidak hanya dari segi penduduknya, saya juga bangga dengan Indonesia akan geografisnya. Iklim yang tropis pun membuat saya betah tinggal disini. Dengan kekayaan alamnya yang sangat indah tidak kalah indahnya dengan Negara yang lain. Banyak wisatawan dari luar Negara Indonesia yang berkunjung kesini hanya untuk menikmati keindahan alam Indonesia yang tidak mereka temukan ditempat lain. Mulai dari pesisir pantai sampai pegunungan Indonesia mempunyai banyak keindahan alamnya. Dan saya pun merasa sedih karena belum tercapai keinginan untuk berkeliling wilayah Indonesia.
Penduduk, Geografis, dan yang membuat saya bangga lagi yaitu dari kebudayaannya. Banyak sekali keanekaragaman budaya Indonesia. Dari tarian, rumah adat, pakaian adat, lagu daerah, adat-istiadat, dan lain-lain. Orang-orang Indonesia itu kreatif, apapun yang ada di bumi bisa mereka jadikan sebagai pemenuh kebutuhan mereka.  Sikap mempercayai nenek moyang pun masih diwariskan, sebagai salah satu contohnya ketika saya berkunjung ke daerah gunung Bromo (Kota Malang) disana saya menemukan banyak sesajen di sepanjang pinggir jalan. Bagi saya hal itu mempunyai keunikan tersendiri. Tidak hanya itu berbagai tarian adat juga berbagai macam namanya, saya pernah mempelajari tarian Jaipong yang berasal dari Jawa Barat. Dan saya merasa ingin mempelajari tarian adat yang lainnya juga. Dan hal itu menjadi bagian atas apresiasi saya terhadap kebudayaan di Indonesia.
Banyak hal yang membuat saya bangga akan Negara Indonesia, saya sangat berharap Negara Indonesia tidak melunturkan hal-hal yang saya banggakan tersebut.

 Saya cinta Indonesia.

Pelanggaran Hak Terhadap Warga Negara

Pelanggaran Terhadap Hak Warga Negara Indonesia




Hak dan Kewajiban suatu Negara harus terpenuhi secara seimbang baik dari warga Negara ke Negara dan sebaliknya. Jika hak dan kewajiban berjalan berat sebelah, maka akan timbul perkelahian, pertikaian, dan hilangnya kedamaian dalam suatu Negara. Dalam hal ini, saya akan berpendapat dengan konteks pelanggaran terhadap hak Warga Negara Indonesia. Adapun beberapa hak warga Negara sebagai berikut.

Hak Warga Negara Indonesia :
1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).

2. Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).

3. Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).

4. Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”

5. Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi
meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)

6. Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).

7. Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).

8. Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).

Dari yang sudah diketahui diatas, perlu diketahui bahwa hak warga Negara harus ditegakkan secara bijak dan diberi sanksi ika melanggarnya. Saya mengambil beberapa kasus yang berkaitan dengan pelanggaran hak warga Negara. Diantaranya adalah persoalan hukuman mati dan penggusuran rumah.

Hukuman mati

Salah satu kasus yang terkait yaitu tentang “Hukuman Mati Terhadap 6 Terpidana Narkoba” yang salah satu anggotanya adalah warga Negara Indonesia, kasus itu terjadi Kamis (15/1) sebulan lalu. Dalam kasus ini ada beberapa badan yang kontra terhadap sanksi hukuman mati tersebut yang mengatakan bahwa pemerintah telah melanggar hak asasi manusia dalam hal hak asasi untuk hidup dan juga pemerintahan hari ini melihat konsep hak asasi manusia setengah-setengah. Tidak melihat bagaimana hak atas hidup itu sebagai sesuatu yang tidak bisa dikurangi dalam keadaan apapun.
Hukuman mati menjadi suatu hal yang masih dipertanyakan tentang keputusannya. Banyak pihak yang pro dan kontra dalam hal ini. Seharusnya hal ini sudah mendapat jawaban atas perubahan UUD 1945. Dalam konteks hukuman mati kita sesungguhnya bicara tentang hak-hak asasi manusia yang dalam UUD 1945 setelah perubahan masuk dalam Bab XA. Pasal 28A dengan eksplisit mengatakan: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya”. Namun sampai sekarang hukuman mati masih menjadi hal yang kontroversi di Negara ini.
Menurut saya mengapa tidak pemerintah lebih tegas dan segeranya memutuskan tentang hal ini dengan berpedoman pada Undang-Undang Dasar 1945 dan pedoman-pedoman lainnya serta atas dasar agama yang dianut oleh Negara Indonesia, lalu disesuaikan dengan kasus-kasus yang terjadi secara bijaksana.

Penggusuran Rumah

“Puluhan Warga Taman Sari Datangi Ahok, Minta Tidak Digusur” 23 Februari 2015. Itulah salah satu berita tentang penggusuran rumah yang terkait dengan hak asasi manusia dalam hal mendapatkan hak penghidupan yang layak. Salah satu warga Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat yang melaporkan kepada Pak Ahok itu mengungkapkan keluh kesahnya terhadap kedatangan Satpol PP yang akan menggusur kediaman warga sedangkan mereka belum diberikan atau direlokasikan ke rumah susun. Menanggapi hal tersebut, pak Ahok langsung mengadakan sidang dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dan penggusuran di daerah tersebut ditunda.
Penggusuran rumah dikaitkan dengan hak asasi manusia karena warga Negara Indonesia berhak mendapatkan kehidupan yang layak dan mendapatkan perlindungan dari negara. Rumah adalah tempat berlindung dan tempat berbagai segala aktifitas didalamnya mulai dari anak-anak sampe orang dewasa dalam satu ikatan keluarga.
Selain itu, sebulan lalu saya bersama dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Arsitektur Jakarta (MAJ) mengadakan survey ke Muara Angke, Jakarta Utara dan mewawancarai beberapa warga disana tentang keadaan warga dan lingkungan disana. Info yang saya dapatkan dari salah satu warga adalah akan dilakukannya penggusuran rumah warga di beberapa titik Muara Angke yang akan dijadikan sebagai fasilitas pelabuhan dan pelelangan ikan. Warga mengaku resah karena warga yang terkena gusur belum dipindahkan ke rumah susun, bahkan rumah susunnya pun belum disediakan. Mereka pasrah dan tidak bisa menyangkal keputusan tersebut dikarenakan mereka menyadari bahwa tanah yang mereka tempati bukanlah tanah milik mereka pribadi. Dan mereka masih menunggu dan belum mendapat informasi selanjutnya tentang rencana relokasi warga yang terkena penggusuran. Itulah informasi yang saya dapatkan dari salah satu warga disana yang terkena penggusuran.
Dari beberapa berita yang saya dapatkan, saya berpendapat bahwa upaya pemerintah dalam melakukan kebijakan tata ruang kota sangatlah baik tetapi masih kurang dalam mempersiapkannya seperti rumah susun untuk para warga yang terkena penggusuran. Ada baiknya pemerintah merencanakannya secara matang terlebih dahulu demi kelancaran penggusuran rumah.

Dari beberapa berita yang saya dapatkan, saya menyimpulkan bahwa pemerintah sudah berusaha dan berupaya membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi tetapi terkadang masih kurang dalam peneggakan hukum secara bijaksana tepatnya dalam konteks Hak Warga Negara. Di sisi lain perlu adanya kesadaran masyarakat untuk mematuhi segala peraturan yang ada di Negara Indonesia demi kemajuan Indonesia Merdeka.

*Tugas PKN 2015
Daftar Pustaka:
http://www.voaindonesia.com/content/hukuman-mati-terhadap-6-terpidana-narkoba-dilaksanakan-minggu-ini/2600725.html

http://news.liputan6.com/read/2180023/puluhan-warga-taman-sari-datangi-ahok-minta-tidak-digusur

pemerintahan di indonesia

Pemerintahan di Indonesia



 Awal perjuanganSejarah bangsa Indonesia bermula dari awal penjajahan oleh penjajah bangsa asing, mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia, sampai mempertahankan bangsa Indonesia setelah proklamasi dibacakan hingga sekarang kita pun masih mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan cara yang berbeda dengan zaman dahulu untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan bermodalkan tekad, jiwa, dan semangat rakyat Indonesia yang mampu menumbuhkan kekuatan untuk mewujudkan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia. Zaman Sebelum PenjajahanPada zaman ini banyak kerajaan-kerajaan yang menguasai bangsa Indonesia dengan mempertahankan kemerdekaan dan melindungi bangsa Indonesia dari penjajahan. Adapun kerajaan-kerajaan tersebut adalah kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Kediri, Singasari, Majapahit, Aceh, Demak, Samudra Pasai, Goa, Mataram, dan lain-lain. Pada zaman ini terjadi mulai dari abad 400 M sampai dengan tahun 1617 dengan didasari atas kekuatan dan kedaulatan sebagai bangsa monarchi. Selain itu, rakyat Indonesia yang patuh dan setia kepada perintah kerajaan menjadi alasan untuk bersatu membendung penjajah. Selama PenjajahanBangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing mulai tahun 1511 sampai dengan 1945 yaitu bangsa Portugis, Belanda, inggris dan Jepang. Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar : “BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA”. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Nilai yang terkandung selama penjajahan adalah harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa. Merebut dan Mempertahankan KemerdekaanSejak tahun 1942 sampai dengan tahun 1949, terdapat peristiwa Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang melalui perjanjian Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942. Selama penjajahan Jepang pemuda ¬pemudi Indonesia dilatih dalam olah kemiliteran dengan tujuan untuk membantu Jepang memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pelatihan tersebut melalui Seinendan, Heiho, Peta dan lain-lain, sehingga pemuda Indonesia sudah memiliki bekal kemiliteran. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu disebabkan dibom atomnya kota Hirosima dan Nagasaki. Kekalahan Jepang kepada Sekutu dan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Indonesia digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Dengan semangat juang yang tidak kenal menyerah yang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta keikhlasan berkorban telah terpatri dalam jiwa para pemuda dan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, yang kemudian diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Setelah merdeka bangsa Indonesia harus menghadapi Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia dengan melancarkan aksi militernya pada tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Pertama) dan tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Kedua), dan pemberontakan PKI Madiun yang didalangi oleh Muso dan Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Era merebut dan mempertahankan kemerdekaan mengandung nilai juang yang paling kaya dan lengkap sebagai titik kulminasinya adalah pada perang Kemerdekaan 17 Agustus 1945.Hingga saat ini tahun 2015, rakyat Negara Indonesia tetap semangat mempertahankan kemerdekaan dan membendung penjajahan. Tidak lagi dengan pemerintahan kekerajaan, peperangan, dan lain sebagainya. Tetapi rakyat Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan cara memajukan dalam bidang pendidikan, pangan, kesehatan, sandang, hukum, dan lain-lain.Nilai-nilai kejuangan yang terkandung dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan ‘adalah sebagai berikut : 1. Nilai kejuangan relegius (iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa).2. Nilai kejuangan rela dan ikhlas berkorban.3. Nilai kejuangan tidak mengenal menyerah.4. Nilai kejuangan harga diri.5. Nilai kejuangan percaya diri.6. Nilai kejuangan pantang mundur.7. Nilai kejuangan patriotisme.8. Nilai kejuangan heroisme.9. Nilai kejuangan rasa senasib dan sepenanggungan.10. Nilai kejuangan rasa setia kawan.11. Nilai ke juangan nasionalisme dan cinta tahah air12. Nilai kejuangan persatuan dan kesatuan.